pahlawankita yang telah gugur berada dalam masa kini, betapa sedih nya melihat keributan dan perpecahan yang terjadi, padahal mereka sudah mengorbankan sesuatu yang sangat berharga yaitu kehidupan. Apakah kita hanya berdiam diri saja melihat kenyataan ini? Pemerintah Republik Indonesia sudah mulai melakukan upaya untuk
UntukMelakukan Tugas Dan Perannnnya Di Lingkungan Masyarakat,Guru Wajib Mempunyai 4 Kompetensi Dasar Sebagai Seorang Guru Yaitu Sebagai Berikut : 1. Sanggup Berkomunikasi Dengan Baik. 2. Mampu Berteman Dengan Baik Dan Bertoleransi Kepada Guru Lain Karena Berbeda Agama. 3.
Karenamemang saat itu para ulama kita memandang jilbab atadalah budaya Arab yang tidak wajib kita tiru. Kita bangsa Indonesia ( termasuk ANDA) punya budaya sendiri .Mereka para ulama kita menitik beratakan dakwah pada pembentukan karakter jberiman, jujur,( sholeh : beriman dan jujur, disebut 131 ayat) berbuat baik ( amal sholeh : berbuat
Salahsatu contohnya adalah dengan menekuni tarian tradisional daerah dan memperkenalkannya ke negara asing dengan cara-cara yang unik seperti street dance atau yang lain sebagainya. Mementingkan pembekalan ilmu dalam diri. Bekal ilmu dalam diri kita bertujuan untuk membentuk kepribadian kita agar menjadi lebih baik dan patriotis.
Inilahpenyebab dekadensi moral. 1. Pengaruh budaya asing yang tidak baik. Maksud saya di sini bukannya semua budaya asing itu tidak baik, melainkan khusus budaya asing yang jelek-jeleknya saja. Sebagai mana Anda lihat, bahwa budaya asing yang tidak baik dapat merusak moral masyarakat. Seperti contoh konsumsi narkoba, miras, pembuatan tato
Langkahkedua ini diperlukan untuk menjemput keberuntungannya, atau dengan kata lain tahap Niru akan bermanfaat untuk meng-copy keberhasilan dari orang atau perusahaan yang telah kita jadikan sebagai role model. Dan yang wajib kita tiru adalah Perilaku, Kebiasaan dan Kebudayaan yang sangat khas dan unik yang terbukti membawa mereka kepada
puKWi. Terkadang kepikiran gini, ketika orang Indonesia suka budaya asing, dibilang tidak cinta dengan budaya sendiri. Dan ketika ada orang asing yang mencintai budaya kita, malah dijadikan contoh, dan muncul saja ungkapan, "Bule aja suka sama budaya Indonesia, kenapa kita nggak?"Sebenarnya menurutku itu memang sudah hukum alam, bahwa kita selalu menyukai hal-hal baru yang jarang kita temui atau kita lihat. Ketika suatu budaya bagi kita menjadi adat istiadat, yang notabene menjadi rutinitas kita setiap harinya, maka hal itu menjadi kurang begitu istimewa bagi kita. Namun bagi mereka, orang asing yang tertarik dengan budaya kita, mereka menemukan sesuatu yang baru dan belum pernah mereka lihat sebelumnya. Bahkan dengan beragam budaya di negeri kita sendiri pun terkadang kita lebih tertarik ke budaya lain daripada budaya daerah asal kita sendiri. Misalkan saja ada orang Jogja mendalami tari Kecak, orang Papua jago main angklung, dan lain wajar saja mereka tertarik, bukankah kita juga tertarik dengan budaya asing karena kita menemukan sesuatu yang baru di dalamnya. Ambil satu contoh misalnya film. Dalam perfilman Indonesia, efek yang "wah" tidak terlalu diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas film, namun fokus pada jalan ceritanya saja yang biasanya didominasi oleh drama romantis atau komedi. Efek film horror pun kebanyakan hanya mengandalkan make-up saja. Namun di luar negeri, kita melihat hal yang jauh lebih "wah" dari segi efek maupun jalan ceritanya. Tema cerita yang beragam, efek animasi yang memanjakan mata, dan aktor yang berkualitas menjadikannya sangat memuaskan untuk sisi lain, film Indonesia yang sudah masuk kancah internasional, misalnya The Raid, bisa memenangkan festival film internasional dan mendapatkan perhatian di seluruh belahan dunia. Padahal film The Raid bisa dibilang minim efek jika dibandingkan dengan film-film sekelas Hollywood lainnya, misalkan saja Skyfall dan The Dark Knight Rises. Nah, kira-kira menurut kalian apa yang menarik dari film The Raid? Bunuh-bunuhannya? Efek darahnya? Kalo menurutku, karena jalan ceritanya yang sederhana dan.......adanya unsur beladiri Pencak Silat di dalamnya. Pencak Silat yang merupakan ilmu bela diri asli Indonesia diterapkan di film ini, dan hal itu mampu menarik para penikmat film Internasional. Perlu diingat, di sini Pencak Silat merupakan budaya yang bisa dibilang sudah biasa kita lihat sehari-hari, namun bagi mereka orang Amerika yang baru menonton The Raid, Pencak Silat merupakan hal yang menakjubkan dan menarik untuk intinya, di sini aku bukan bermaksud menjelekkan budaya sendiri, namun ketika kita salah satu orang yang merasa bahwa budaya kita perlu kita cintai, maka janganlah membandingkannya dengan patokan ungkapan berikut ini, "Bule aja suka sama budaya Indonesia, kenapa kita nggak?", akan tetapi cobalah mempromosikan budaya kita dari sudut pandang orang asing. Coba selidiki apa yang membuat orang asing takjub dan menyukai budaya kita, dan dari situlah materi promosi didapatkan. Film The Raid sudah cukup menjadi contoh yang baik dalam hal ini, yaitu bisa melihat apa yang diinginkan oleh penikmat film terutama film action, dan mengaplikasikannya ke seni beladiri asli Indonesia. Dan perlu diingat juga, sutradara film The Raid pun bukan orang asli Indonesia, namun dari Britania Raya yang bernama Gareth Evans. Mungkin dia sangat mencintai berbagai macam budaya di Indonesia sehingga beberapa film yang ia sutradarai bernuansa Indonesia [Mystic Arts of Indonesia Pencak Silat 2008, Merantau 2009, The Raid 2012, Berandal 2014], dan Gareth Evans menemukan cara yang jitu untuk mempromosikan budaya Indonesia favoritnya, yaitu melalui di atas hanyalah salah satu dinamika budaya yang terjadi di masyarakat saat ini. Masih banyak hal-hal lain yang bisa dibahas, misalnya dunia musik, anime, game, dll. yang tidak bisa dijelaskan semuanya satu per satu. Namun semuanya kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang mencintai budaya sendiri atau hanya mencintai budaya asing saja, atau bahkan mencintai keduanya. Tidak ada yang mengharuskan kita untuk hanya mencintai satu budaya saja. Dan apapun budaya pilihan kalian, jangan sampai hal itu menjadi alasan untuk sebuah perpecahan, tetapi jadikanlah alasan agar kita semua tetap budaya kita sendiri dan kenali juga budaya asing. Namun keduanya jangan saling dibandingkan. Karena budaya itu untuk dijalani dan dihayati maknanya, bukan sebagai alat untuk memulai bermanfaat dan maaf jika ada salah May Gusni Satriya Widayanto
PembahasanContoh budaya asing popular yang banyak digemari oleh orang Indonesia, antara lain Makanan Khas Jepang takoyaki , bento , sushi , tempura , dan lain-lain, khas barat pizza , hot dog , fried chicken , burger , dan lain-lain, timur tengah roti maryam, kebab, dan lain-lain; Seni bela diri Karate, taekwondo , dan kapoera; Film dan drama Film hollywood, film bollywood film India, drama Korea, film Jepang, dan anime kartun Jepang; Seni tari dan musik Tarian dan musik Korea, musik Jepang, tarian dan musik barat, dan lain-lain; Pakaian Pakaian barat celana jeans, jas, dan lain-lain. Lain-lain Manga komik Jepang, komik barat, buku-buku asing, dan lain-lain. Sedangkan sarung dan ludruk pada pilihan jawaban merupakan budaya lokal khas Indonesia. Sementara itu sate serangga khas Thailand, sumo olah raga bela diri di Jepang, dan kungfu olah raga bela diri China kurang banyak diminati oleh orang budaya asing popular yang banyak digemari oleh orang Indonesia, antara lain Makanan Khas Jepang takoyaki, bento, sushi, tempura, dan lain-lain, khas barat pizza, hot dog, fried chicken, burger, dan lain-lain, timur tengah roti maryam, kebab, dan lain-lain; Seni bela diri Karate, taekwondo, dan kapoera; Film dan drama Film hollywood, film bollywood film India, drama Korea, film Jepang, dan anime kartun Jepang; Seni tari dan musik Tarian dan musik Korea, musik Jepang, tarian dan musik barat, dan lain-lain; Pakaian Pakaian barat celana jeans, jas, dan lain-lain. Lain-lain Manga komik Jepang, komik barat, buku-buku asing, dan lain-lain. Sedangkan sarung dan ludruk pada pilihan jawaban merupakan budaya lokal khas Indonesia. Sementara itu sate serangga khas Thailand, sumo olah raga bela diri di Jepang, dan kungfu olah raga bela diri China kurang banyak diminati oleh orang Indonesia.
Budaya Asing yang perlu ditiru adalah? Individualisme Egoisme Fanatisme Disiplin Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah D. Disiplin. Dilansir dari Ensiklopedia, budaya asing yang perlu ditiru adalah Disiplin. [irp] Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Individualisme adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Egoisme adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. [irp] Menurut saya jawaban C. Fanatisme adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban D. Disiplin adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. [irp] Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah D. Disiplin. [irp] Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
Bandar Lampung Pimpinan MPR mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpengaruh budaya asing. "Jangan silau dengan budaya orang lain. Belum tentu cocok dengan kita," ujar Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, saat memberikan arahan sosialisasi empat pilar kepada siswa SMA di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kamis 8/9/2016. Mahyudin heran dengan gaya anak muda zaman sekarang. Anak-anak muda zaman sekarang ini banyak bergaya ala budaya asing, dengan rambut di cat dengan macam-macam warna, lalu laki-laki menggunakan anting yang tentunya tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? "Kalau teler, modern. Kalau ke masjid, tidak modern. Lihat Pak Rektor Universitas Malahayati, ganteng, modern, salatnya bagus, itu contoh baik," kata Mahyudin. Masih terkait budaya luar, Mahyudin mengaku menerima cerita dari beberapa guru bahwa anak-anak zaman sekarang cenderung lebih menggunakan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. "Anak kita ke sekolah cium tangan kepada bapaknya, karena gurunya barat jadi bilang 'good bye daddy'," ungkap Mahyudin. Ia menegaskan tata krama di Indonesia tidak bisa disamakan dengan tata krama luar. Namun, ada satu budaya asing yang Indonesia mesti meniru. Budaya tersebut ialah mengantre. Indonesia harus belajar dari budaya asing karena orang Indonesia kerap sulit diatur untuk mengantre dengan tertib. "Budaya antre di Singapura bukan karena tertib, tapi banyak kamera pengawas, jadi aturan yang memaksa mereka. Kita diajarkan antre dan sopan santun. Menemukan uang di jalan, wajib diumumkan untuk dikembalikan. Kalau tidak ada yang mengaku, kasih ke masjid," kata Mahyudin.
Di Indonesia tak hanya ada kebudayaan lokal saja. Masih ada kebudayaan asing yang tumbuh di asing. Contoh budaya tersebut misalnya beberapa kesenian yang ditampilkan oleh masyarakat Indonesia. Akulturasi kebudayaan ini sendiri sudah ada sejak ratusan tahun silam. Seiring berkembangnya kesenian lokal, kesenian yang berasal dari luar negeri tersebut juga ikut berkembang pula. Menariknya, banyak masyarakat di tanah air yang menyukai kebudayaan asing yang berkembang di Indonesia ini. Mau tahu apa saja kesenian yang merupakan kebudayaan asing tersebut? Berikut adalah beberapa kesenian yang bisa dijadikan sebagai contoh. Sponsor buat market place Wayang potehi Akulturasi budaya asing yang berkembang di tanah air bisa kita lihat dalam wayang potehi. Tahukah Anda wayang potehi merupakan kesenian yang lahir karena pencampuran budaya Indonesia dan China. Wayang potehi sendiri terlihat menyerupai dengan wayan golek atau yang biasa disebut wayang kayu. Yang menarik dari pementasan wayang potehi ialah cerita-cerita yang ditampilkan bukan berasal dari tanah air seperti hal nya cerita pada wayang kulit atau wayang Bali. Wayang potehi ditampilkan dengan mengambil alur cerita masyarakat Tiongkok. Beberapa cerita yang berasal dari Tiongkok yang diceritakan ialah Sih Djienkoei dan Sampek Engthay serta Sungokong. Karena mengambil tema cerita dari negeri Tiongkok, maka pakaian yang dibalutkan pada wayang juga didesain dengan mencampurkan cirri khas Indonesia dan China. Sayagnya, karena ada beberapa dalang yang bukan berasal dari negeri Tiongkok, bahasa yang digunakan saat pementasan wayang ini ialah bahasa Indonesia. Festival Pehcun Satu lagi kebudayaan yang lahir karena pencampuran budaya Indonesia dan masyarakat China yaitu festival pehcun. Festival ini merupakan festival yang mengarah pada perlombaan balap menggunakan perahu naga. Festival Pehcun sendiri biasanya dilakukan oleh masyakarta Tiongha yang tinggal di tanah air. Konon, festival ini merupakan bukti akulturasi kebudayaan Tionghoa dan Indonesia. Tak hanya itu, di Tiongkok sendiri festival Pehcun sering dilakukan dan acara ini menjadi acara yang bersejarah. Pehcun memiliki artian mendayung perahu yang dihiasi dengan ornament naga. Bahkan beberapa perahu dihias menyerupai naga. Kira-kira kappan ya festival ini diadakan? Acara ini biasanya dilakukan setiap tahun yaitu pada tanggal 5 tepat di bulan 5 juga. Namun perhitungan tanggal festival harus menurut penanggalan Imlek. Lebih menarik lagi, festival budaya ini sudah berumur ribuan tahun bahkan bila dihitung konon umurnya sudah mencapai 2300 tahun lho. Nah, kita bisa melihat seberapa populer dan seberapa berkembangnya kebudayaan campuran melalui wayang potehi dan juga festival Pehcun tersebut. Meski bukan merupakan kesenian yang lahir dari adat dan kebiasaan orang Indonesia, namun tak ada salahnya kita menghormati akulturasi budaya tersebut. Terlebih lagi Indonesia adalah negara yang ditinggali oleh beragam suku bangsa dan juga kebudayaan. 0 0% 1 100% 0 0% 0 0% 0 0%
berikan contoh budaya asing yang perlu kita tiru